TRENDING
Sabtu, 12 Sep 2026

Ditinggal Istri Cari Nafkah di Luar Negeri, Pria Ini Malah Diduga Asyik “Check-Out” Bareng Istri Orang

3 menit membaca View : 71
Redaktur
Uncategorized - 05 Agu 2026

LACAK.NEWS, MALANG — Topeng kesetiaan dan rutinitas domestik di Desa Sumberpetung (Cungkal), Kecamatan Kalipare, pecah seketika. Sebuah skandal dugaan perselingkuhan yang dibungkus rapi dalam alibi harian “mengantar anak sekolah” terbongkar usai sepasang pria dan wanita terpergok check-out dari salah satu hotel di kawasan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Pelaku perempuan berinisial RA, seorang ibu rumah tangga sekaligus istri dari seorang pekerja bangunan (tukang). Sementara pasangan pria berinisial A. Sukro, seorang suami yang ditinggal istrinya mengadu nasib sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri.

Dugaan penyelewengan ini bermula ketika RA pamit kepada keluarganya untuk mengantar sang anak ke sekolah. Namun, alih-alih langsung kembali ke rumah, RA justru terdeteksi berada di area penginapan di Kepanjen.

Sekitar pukul 10.30 WIB, RA terlihat keluar dari hotel mengenakan kaus bergaris hitam-putih, mengendarai sepeda motor Honda Vario putih berplat nomor N 4021 Tak jauh dari posisinya, A. Sukro membuntutinya dengan jaket merah dan mengendarai sepeda motor Honda CBR berplat nomor N 6645.

Usai menyalurkan hasrat terlarang, keduanya berkonvoi pulang secara beriringan, Pola Penyamaran RA: Untuk membuang jejak, RA sempat menepi membeli bakso di kawasan Sengguruh, lalu bergerak ke Sekolah Dasar (SD) di selatan Kantor Desa Sumberpetung. Di sana, ia bahkan berpura-pura aktif membantu membukakan gerbang untuk mobil operasional pengantar makan bergizi gratis (MBG),Lalu ke warung mengobrol santai di warung menunggu anaknya, sebelum akhirnya pulang ke rumahnya di barat tanggul Sungai Brantas.

Beda dengan A. Sukro: Begitu sampai di rumah, A. Sukro hanya berganti penutup kepala dari helm ke topi, lalu bergegas pergi lagi guna menghindari perhatian warga.

Saat dikonfirmasi, A. Sukro melontarkan pembelaan klise dan cenderung mengelak. “Coba cek KTP saya, jangan-jangan umurnya tidak sama. Bisa saja itu bukan saya,” kilihnya.

Padahal, saksi mata mencatat keduanya sempat berhenti bersama di depan gerai Indomaret saat arus jalanan macet, sebelum akhirnya A. Sukro tancap gas meninggalkan RA di warung bakso.

 

Potret Bobroknya Moralitas dan Sikap ‘Tanpa Tahu Diri’
Catatan Kritis
1. Pengkhianatan di Atas Keringat Orang Lain
Skandal ini bukan sekadar urusan ranjang atau masalah pribadi, melainkan cerminan krisis moral yang amat memprihatinkan. A. Sukro secara tidak tahu diri menikmati hasil pengorbanan istrinya yang mempertaruhkan nyawa dan memeras keringat di negeri orang demi menopang ekonomi keluarga. Bukannya menjaga amanah, ia justru memanfaatkan kekosongan rumah untuk mengencani istri tetangganya sendiri.

2. Alibi Dangkal dan Tameng Kepura-puraan
Di sisi lain, tindakan RA yang berpura-pura menjadi “ibu rumah tangga salehah” yang rajin mengantar anak, bersosialisasi di warung, dan membantu membukakan pintu gerbang sekolah adalah bentuk hipokrisi tingkat tinggi. Menjadikan aktivitas anak sebagai tameng untuk menutupi jejak perselingkuhan adalah tindakan yang sangat tidak beretika.

3. Pembelaan Konyol dan Mental Pengecut
Sanggahan A. Sukro yang meminta pemeriksaan KTP ketika bukti kendaraan, plat nomor, dan jejak perjalanan sudah begitu benderang hanyalah bentuk kepanikan seorang pengecut. Ketika perbuatannya terbongkar, yang tersisa hanyalah dalih murahan untuk menyelamatkan muka dari sanksi sosial warga desa.

Hingga berita ini diturunkan, desas-desus mengenai skandal tersebut telah menjadi buah bibir panas di tengah masyarakat Desa Sumberpetung. Sikap dingin dan kepura-puraan pelaku kini berada di ujung tanduk menunggu respons resmi dari masing-masing pasangan sah mereka. (HR)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *