TRENDING
Selasa, 09 Jun 2026

‎Terungkap Sopir Pikap Pelaku Tabrak Lari di Makamhaji Coba Culik ABG Cewek

2 menit membaca View : 61
Redaktur
Nasional, Viral - 30 Jan 2026

LACAK.NEWS, SOLO – Insiden tabrak lari antara satu unit mobil Daihatsu Grandmax bernomor polisi AD-9195-DV dan sejumlah motor terjadi di Kabupaten Sukoharjo serta Kota Solo. Terungkap, ada peristiwa dugaan penculikan sebelum kejadian.

‎Peristiwa bermula saat MDA (23) meminjam mobil Grandmax rekan kerjanya di Desa Gawok, Kecamatan Gatak dengan alasan mau mengirim uang pada Sabtu (24/1). Saat keluar, MDA mengajak dua rekannya berinisial ARM (23), dan MB (23), yang semuanya warga Kecamatan Karangwareng, Kabupaten Cirebon.

‎Kasat Reskrim Polres Sukoharjo, AKP Zaenudin, mengatakan sekira pukul 11.30 WIB, ketiganya tiba di jalan Kresno Desa Manang, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo. Di sana sang sopir, MDA, melakukan aksi percobaan penculikan terhadap siswi berinisal MPS (19), warga Desa Cemani, Kecamatan Grogol.


‎”Korban pulang dari minimarket dengan menggunakan motor. Sesampainya di Jalan Kresno, ada Grandmax yang berhenti dan menghalangi jalan (melintang),” kata Zaenudin, saat konferensi pers di Mapolres Sukoharjo, Senin (26/1/2026).

<span;>‎
‎Awalnya, korban belum curiga dengan aksi pelaku yang melintangkan mobilnya itu. Namun saat korban melintas, tiba-tiba pelaku turun dari kendaraannya, dan menghentikan motor korban, lalu melepas kunci motor korban.

‎”Terduga pelaku berusaha memasukkan korban ke dalam mobil lewat pintu sebelah kiri. Korban meronta, tidak berhasil dan dicoba dimasukkan ke pintu sebelah kanan. Korban meronta dan berteriak, warga mengetahui dan berusaha menolong korban. Pelaku yang takut melepas korban dan melarikan diri,” jelasnya.

‎”Korban adalah MPS, dia adalah seorang pelajar. Alamat di Desa Cemani, Kecamatan Grogol,” lanjut Zaenudin.

‎Saat proses melarikan diri itu, pelaku menabrak sejumlah motor di sejumlah TKP di Kecamatan Baki, dan Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, serta di Kecamatan Laweyan, Kota Solo.

‎Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada jari tangannya, dan mengalami trauma. Zaenudin menjelaskan, korban dan pelaku ini tidak saling mengenal.

‎”Motifnya, setelah (korban) berhasil dibawa kabur, akan dilakukan hubungan (selayaknya) suami-istri,” ucapnya.

By : Redaktur

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *