TRENDING
Selasa, 27 Okt 2026

Derita Seorang Ibu di Malang, Ingin Peluk Anak Kandungnya di Dalam Ponpes Saja Tidak Boleh, Jeritan “Mama” Terdengar Dalam Ruangan

3 menit membaca View : 268
Redaktur
Uncategorized - 26 Okt 2026

‎LACAK.NEWS, MALANG — Ironi, menimpa salah satu pengasuh lembaga pendidikan berbasis agama, pengasuh Pondok pesantren yang seharusnya menjadi contoh atau suri tauladan, dan pondok pesantren seharusnya menjadi tempat paling aman, damai, dan penuh kasih sayang bagi anak-anak, justru diduga menjadi tempat di mana seorang anak perempuan berusia 3,5 tahun dipisahkan secara paksa dari ibunya dan dibatasi kebebasannya.
‎
‎Menurut Sintia Dewi Ratnasari, ibu kandung anak tersebut, putrinya diduga sengaja disekap dan dipisahkan darinya oleh sosok pengasuh pondok pesantren di wilayah Desa Tirtoyudo, Kabupaten Malang, yang berinisial Kiyai IS.ID.
‎
‎Saat dikonfirmasi, Kiyai IS.ID mengakui bahwa ia merawat anak balita tersebut di rumahnya, yang terletak di lingkungan area pondok pesantren. Ia berdalih tindakan itu diambil demi kebaikan sang anak, yakni untuk melindunginya dari pengaruh buruk ibunya.
‎
‎“Anak ini saya tempatkan di sini agar terhindar dari pengaruh ibunya yang tidak baik. Lingkungan pesantren baik, dan keluarga saya pun semua orang baik,” ujar Kiyai IS.ID saat diwawancarai.


‎
‎Lebih jauh, Kiyai IS.ID yang mengakui Sintia adalah istri sirinya, menuduh Sintia pernah berselingkuh saat bekerja di luar negeri. Ia juga menduga niat Sintia mengambil anak semata-mata untuk kepentingan pribadi. “Saya menjaga anak ini agar terhindar dari hal-hal yang tidak baik,” tambahnya.
‎
‎Di sisi lain, Sintia menceritakan betapa beratnya perjuangannya hanya untuk bisa bertemu dan memeluk anaknya sendiri. Awalnya, Kiyai IS.ID meminta izin kepadanya untuk membawa anak itu sebentar, namun ternyata tidak mengembalikannya dan malah mempersulit Sintia bertemu putrinya.
‎
‎Saat Sintia mendatangi rumah Kiyai IS.ID, untuk bertemu putrinya, Sintia mengalami tak boleh ketemu sama anaknya, Yang ia dengar hanyalah jeritan histeris putrinya dari dalam ruangan yang memanggil-manggil mama mama ungkap Sintia.
‎
‎“Saya mendengar jelas teriakannya: ‘Mama… Mama…’ dari dalam ruangan. Hati saya hancur. Dalam benak saya, Bagaimana mungkin seorang Kiai yang banyak santrinya memperlakukan anak masih umur 3.5 tahun seperti ini?” ujar Sintia dengan emosi tertahan.
‎
‎Sintia menegaskan, perjuangannya ini bukan soal keinginan untuk kembali berhubungan suami istri dengan Kiyai IS.ID. Satu-satunya tujuannya adalah hak sebagai seorang ibu untuk mengasuh dan mendampingi anaknya yang masih sangat membutuhkan kehadiran orang tua, terutama ibunya.
‎
‎Jika masalah ini tidak dapat diselesaikan secara kekeluargaan, Sintia menyatakan siap menempuh jalur hukum dan berencana melaporkan hal ini ke pihak kepolisian.
‎
‎“Saya mungkin orang awam, dan dia seorang Kiai yang punya banyak pengikut. Tapi saya yakin, tidak ada seorang pun yang kebal hukum di negara ini. Demi masa depan dan keselamatan anak saya, saya akan tempuh segala  upaya hukum jalan yang ada,” tegas Sintia. (HR)

Bagikan Disalin

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *